Jumat, 08 Mei 2015

Ibuk Super (Mrs Murtini)

Ibu adalah seorang pedagang ayam potong di pasar tradisional dekat rumah kami, menjelang shubuh ibuk bergegas pergi kepasar menjajakan dagangan kepada para pelanggan setia yang sabar menunggu beliau. Mas budi kakakku yang kedua bangun lebih awal untuk mempersiapkan dagangan ibuk, dialah orang yang mengambil ayam dikandang bos, memindahkannya dengan sepeda motor yang diberi keranjang dibelakangnya dan menyembelihnya sewaktu pagi.

Dibantu dengan budhe dan bu lik, mereka bertiga orang dibalik layar kala ibu dan menantu ibu menjajakan dagangannya yang ramai pembeli. Merekalah yang membersihkan bulu ayam manual menggunakan tangan dan membersihkan kotoran kotoran didalam tubuh ayam, sewaktu aku masih SMP dan SMA, sering kali ibuk membangunkanku dikala tidurku nyenyak banget untuk membantu dikandang, ingin rasanya aku menolak saat itu, namun wajah dan semangat ibuk meraih rejeki membuatku semangat membantunya.

Bahkan ketika masih Kuliahpun, ibuk masih memintaku membantunya, aku tak pernah malu untuk bantu ibuk dikandang meskipun bertitel sarjana, aku rela berkotor kotor dan bau sekalipun dan kadang dilihat para wanita membantu ibuk dikandang, karena membantu ibuk adalah pekerjaan paling indah yang pernah kualami.

Iya, saya dan kakak saya mas budi setiap pagi sebelum berangkat sekolah selalu bantu ibuk dikandang, menyembelih ayam, membersihkan bulu ayam dengan tangan ini dan membersihkan kotoran – kotoran ayam. Panas tangan ini saat bulu bulu ayam yang panas harus dicabut dengan cepat, karena prosesnya mengharuskan seperti itu, tapi itulah hidup, kita harus bekerja keras.

Kadang kala saat mas Budi merasa gak enak badan, akulah pengganti beliau, pekerjaan yang paling berat adalah membawa ayam hidup berkilo kilo gram menggunakan sepeda motor dengan keranjang ayam dibelakangnya, hamper jatuh saat aku membawa ayam tersebut, namun demi ibu dan para pelanggan ibuk yang setia menanti, aku ogah mengeluh, padahal ibuk tau kalau aku sedang kesakitan.

Sekarang ibuk tidak hanya jualan ayam potong, beliau merambah kedunia kelapa, sayur mayur dan ikan ikan segar, begitulah ibuk. Jualan apapun terlihat laris manis diborong pembeli kalau ibuk yang menjualnya, memang sebagai pedagang pasar tradisional, berkata manis kepada pembeli dan diskon buat pelanggan adalah jurus jitu menarik konsumen datang, Semua orang yang kenal ibuk selalu bilang padaku, kelak kalau kamu dewasa, ingat dan lihat itu ibumu, bekerja sangat keras hanya demi membahagiakan kamu.

Iya, ibuk adalah orang tua saya satu satunya saat bapak meninggal 13 Tahun silam, menjadi single parent membuatnya tegar, kuat dan gigih dalam bekerja, sesekali dia mengeluh kecapekan dan memintaku memijit kakinya yang keras karena bekerja terlalu keras.

Dan alhamdulilah, sekarang hidup sudah mulai enak, ibuk sudah punya pendamping dan anak wanita yang di impi impikannya sewaktu dulu, Semoga engkau sehat selalu ibuku tercinta, Anakmu bias seperti ini karenamu, dikau tak pernah mengajariku melalui lisan, namun tindakan dan kerja kerasmu sudah cukup banyak memberikan pelajaran hidup bagiku, Semoga kelak aku mendapatkan istri sepertimu ibuk, Pandai memasak, Rajin bekerja dan Pantang mengeluh.


I Love You Momm, You’re My Everything :)

Related Posts

Ibuk Super (Mrs Murtini)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.